SEKEDAR SAHABAT

Hmm.. judul ini sebetulnya judul lagunya  Terry , menceritakan tentang ketidakpercayaan seseorang terhadap sahabat. Dia berpikir bahwa tidak ada Sahabat Sejati di dunia ini. Semuanya hanya sekedar 'sahabat' yang bisa pergi meninggalkannya di kala susah.

Anyway, lagu ini jadi mengingatkan gue kepada teman-teman gue yang kini nun  jauh disana... Memang kesibukan dan tempat tinggal yang terpisah pulau menjadi pemisah level tinggi. Saat sekolah dan kuliah, merekalah yang memberi warna pada hidup gue. Saat sekolah, seorang sahabat bersedia meminjamkan kaset lagu The Corrs baru miliknya hanya karena dia tahu gue sangat suka lagu the Corrs dan belum punya kasetnya (maklum, kampung gue zaman baheula belum punya toko kaset lengkap. Kalau mau beli kaset musik terbaru, kita mesti pergi ke pusat kota yang harus ditempuh kurang lebih 2 jam perjalanan). tentu saja gue sangat menyambut baik tawarannya itu. dan jadilah gue bisa mendengarkan lagu2 kesukaan gue dan tak lupa (sedikit curang) merekam lagu itu ke kaset lainnya agar saat kaset itu diminta kembali, setidaknya gue masih punya kaset rekamannya... Saat sekolah pula seorang sahabat bersedia mengantarkan gue pulang saat gue terkapar lemes di sekolah karena sakit dan kepala nyut-nyutan. Dia bersedia mengantarkan gue pulang dengan berjalan kaki, hanya karena ingin memastikan gue sampe di rumah dengan selamat. Setelah itu dia jalan kaki lagi kembali ke sekolah.

Saat kuliah, seorang sahabat mau membantu melakukan registrasi mata kuliah di kampus karena gue yang mudiknya mesti nyebrang pulau memimpikan libur yang lebih lama di kampung halaman, menampung gue saat gue ingin beristirahat sebelum masuk jam kuliah berikutnya, bahkan seorang sahabat mau membantu mengepak barang2 di kamar gue saat gue lagi mudik karena kamar gue akan dirombak (diberi tambahan ruang kamar mandi di dalam kamar) oleh si empunya kost. Betapa baik dan ikhlasnya mereka membantu.

Kini saat hidup telah terpisah jarak, intensitas pertemuan dan obrolan menjadi sangat jauh berkurang. Apalagi banyak yang telah menikah dan menjadi sibuk dengan urusannya yang emang tidak bisa dikesampingkan. Hal yang sangat lumrah walaupun dalam hati kecil terkadang masih memimpikan hal-hal lama yang pernah terjadi tempo dulu. Beberapa hal yang sangat gue sesalkan adalah gue tidak bisa menghadiri hari pernikahan mereka karena kesibukan dan status duit dalam dompet yang kala itu belum memungkinkan (maklum, sahabat-sahabat gue sekarang tinggal menyebar di seberang pulau).

Anyway, walaupun intensitas pertemuan dan obrolan telah sangat jauh berkurang, gue akan berusaha menjadi sahabat yang baik dan gue tau merekapun masih menjadi sahabat-sahabat terbaik gue.

^Vd^

Comments

Pritha said…
Jauh di mata dekat di hati yaa...
Vid, gue ngeblog lagiiii, blognya baruuuu. Kangen ih, apa kabar??

Popular Posts