Om Uji Sudah Pergi

Masih sambil setengah percaya, gue menuliskan cerita ini disini.
Om gue sudah pergi. Om  yang lucu, dan dekat sama keponakan-keponakannya, paling suka nraktir kalo kita-kita lagi kumpul.  Om yang kalo ngomong suka ngasal, to the poin, bikin kita selalu cengar-cengir, apalagi kalo denger sindirannya.

Om gue hampir gak pernah sakit. Paling juga sakit flu doang dan itu pun juga jarang banget. Rasanya seperti kena hantaman pas di muka saat gue denger om didiagnosa kanker hati. Liver cancer stadium akhir! Pas setelah idul fitri tahun ini. Kita-kita yang dengernya aja langsung down, apalagi om sebagai objeknya. Om gue sempat perksa di 3 dokter, dan bukan hanya di Indonesia dan hasilnya tetap sama: Tumor telah penuh di seluruh liver. Om masih tetap semangat berobat dengan keyakinan bahwa kalau memang akan sembuh, kesembuhan itu datang dari Allah dan bisa lewat jalan apapun, bukan hanya lewat medis. Om ikut terapi macam-macam.

Gue ketemu om saat sakit itu, 2 minggu yang lalu, Om berobat ke Bandung. Tubuhnya kurus, susah bergerak, lemah, tapi tetap berselera humor tinggi. Gue meyakini bahwa om akan sembuh. harus sembuh. Nyatanya, om masih bisa bercanda, berarti yang sakit hanya badan, dan itu pasti bisa disembuhkan.

Om gak bisa makan banyak. Hanya 2 sendok, dan setelah itu perut akan menolaknya. Jadi om cuma makan sedikit-sedikit. 2 hari kemudian saat datang lagi, ada kemajuan. Om mulai lebih selera makan. Mulai mau baso tahu, es krim, coklat. Harapan di hati gue makin membuncah. Om pasti akan sembuh. Terapinya sepertinya mulai menunjukkan hasil. 

Setelah hari itu, seminggu gue tidak bertemu dengannya. Kesibukan membuat gue selalu pulang lebih sore dari jam kantor dan itu menyebabkan gue tidak mungkin ke rumah om. Akhirnya gue bisa menemuinya lagi di hari Jumat, pulang dari kantor bisa lebih cepat. Menuju kesana, gue beli mangga. Mangga kesukaan om. Cuma buah ini yang bisa om makan. yang lainnya tidak membuatnya berselera.

"Vid.. Om besok mau terapi ke Ciamis. 3 hari disana. Tolong doakan om sembuh ya", Om bersuara lirih.
" Pasti om. Selalu kami doakan... Om cepat sembuh ya", gue menjawabnya. 
Setelah itu , kami pamit pulang karena hari sudah malam. 


Minggu siang, jam 11, telepon dari mama membuat gue tercekat." Vid... Om tadi sesak nafas... Kata tante, om sepertinya sudah gak ada... Tapi ini belum diperiksa dokter " 
Apa?? om udah mau sembuh...! dan ke Ciamis adalah untuk membuatnya lebih sehat, lebih lega saat bernafas. Pasti salah.. Om cuma lelah sebentar, makanya tidak bicara. Gue langsung panik, berdoa demi kesembuhan om.. "Om.. kuat ya om.. Ya Allah.. tolonglah omku.. berilah kesembuhan kepadanya..."

Tak berapa lama, mama telepon lagi "Vid...Om udah beneran pergi.. Sekarag sedang dibawa ambulan menuju ke rumah di Ciamis". Runtuh sudah pertahanan gue. Air mata mengucur. Teringat obrolan terakhir hari jumat lalu " Nanti, kalau om sembuh, om udah kebayang pengen makan cah kangkung sama gulai otak. Itu makanan terenak di dunia.... "

Om.. selamat jalan.. "Ya Allah.. berilah tempat terbaik di sisi-Mu untuk Om ku...., maafkan segala kesalahannya, terimalah segala amalannya ya Allaah..."





^Vd^

Comments

ronal said…
Semoga si OM diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan ditempat orang2 yg beriman. AMIN

Popular Posts